Ekstrim!!!

Grey. Topik ini agaknya masih menjadi topik yang hangat dalam bahasan saya. Mengingat tulisan saya yang terdahulu ternyata banyak mendatangkan comment dari teman-teman yang ternyata concern dengan masalah ini, juga setelah terjadi pergeseran dalam diri saya dalam memahami sesuatu yang disebut sebagai ‘titik ekstrim’.

Terserah orang-orang menilai saya sebagai orang yang tidak konsisten, plin-plan yang berubah-ubah, namun pandangan saya terhadap wacana ini memang telah bergeser. Karena apa yang selama ini saya nilai ekstrim adalah hal-hal yang terlihat betul-betul ‘ekstrim’, oposit, bertolak belakang, utara dan selatan, atas dan bawah.  Atau seseorang yang memiliki segudang bakat dan kelebihan.

Seorang sahabat memberikan spektrum warna baru dalam pikiran saya, ketika saya membaca tulisannya pada saat saya sedang berada di Semarang menghadiri LKMM. Tepat ketika saya merasa menjadi orang yang sangat ‘biasa saja’ diantara para peserta lain yang menurut saya adalah orang-orang super, yang rata-rata adalah presiden BEM, yang rata-rata duduk di semester 7, yang berpikiran kritis, yang berani mengungkapkan pendapatnya bahkan secara frontal, dan menggambarkan apa yang selama ini saya sebut ‘ekstrim’.

Dalam tulisannya, sahabat saya mengatakan titik ekstrim itu tidak selalu harus cantik-jelek, pintar-bodoh, langsing-gendut, dan sebagainya. Tapi titik ekstrim untuk dia adalah ketika kita tetap berani bermimpi, meskipun jalan menuju mimpi itu begitu berat, ketika kita mau berhasil lebih dari orang-orang yang berhasil, ketika kita mau serius pada hal-hal yang menurut orang lain biasa saja, ketika kita mau melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.

Seketika saya melihat pada diri saya, pada wacana yang selama ini saya pahami. Apakah pemahaman saya tentang ‘ekstrim’ itu hanya sebatas seperti yang tertulis pada blog saya sebelumnya?

Sekarang tidak. Ekstrim bukan hanya sesuatu yang oposit, sesuatu yang wah, suatu terobosan baru, seusuatu yang untouchable dan unreachable.

Kini, ‘ekstrim’ menurut saya adalah ketika kita berani mengatakan apa yang harus kita katakan, mengatakan tidak jika harus tidak dan ya ketika harus ya. ‘Ekstrim’ adalah ketika kita tetap mau belajar dan mengakui kesalahan yang telah kita buat. ‘Ekstrim’ adalah ketika kita berani bangkit saat kita terperosok dalam lubang. ‘Ekstrim’ adalah ketika kita mengerjakan segala sesuatu dengan optimal dan maksimal. ‘Ekstrim’ adalah ketika kita berani memanjat tembok yang merintangi jalan kita ketika kita menabraknya, dan bukannya malah  berbalik mundur. ‘Ekstrim’ adalah ketika kita berani menganggap diri kita tidak abu-abu.

Pada akhirnya, seseorang akan dihadapkan pada pilihan, apakah dia akan memilih menjadi orang yang ekstrim, atau tetap di dunia abu-abu.

 

Dedicated for them, who always push me not to be a grey girl. Untuk Mita, yang tulisannya telah menginspirasi, menggugah dan menguatkan saya. Bang Frans yang mendorong saya agar tidak menjadi manusia abu-abu ketika saya dihadapkan pada pilihan crucial. Daddy Farel dan Ka Yan, my inspired figure. Ka Eva dan sahabat-sahabat yang terlalu banyak untuk di-list yang selalu mendukung. Juga para sahabat yang memberikan inspirasi lewat comment-nya di blog terdahulu.

So would you stay in grey area?

I think, I’m quit..

                            

Manusia abu-abu

Di tengah status aku yang siaga 1 dalam proses menjadi kupu-kupu, akhir-akhir ini justru aku baru menyadari, ada begitu banyak orang yang berada pada 'area abu-abu' alias berada di tengah-tengah suatu kontinum, bukan berada pada titik ekstrimnya..

Kemarin-kemarin aku dan sobat aku yang sekental susu cap kental manis, Cipi, baru aja membahas tentang 'menjadi manusia yang sedang-sedang saja'. Terilhami waktu kita sedang nonton di PVJ, begitu banyak couple yang berseliweran depan mata (sebenernya akibat salah pilih posisi duduk), sedangkan kita berdua melewatkan malam minggu (entah untuk yang ke-berapa kalinya) masih dengan status 'single and looking' ditemani segelas spicy cold milk dan grape yoghurt.

Hmmphh.. kinda jealous thing burn in our heart that time..

Membuat jadi berpikir, kenapa ya beberapa tahun belakangan ini, status kita ga berubah-ubah. Setelah sekian lama mencari pembenaran diri, (contohnya : muka kita ga jelek2 amat, badan kita ga gendut2 amat, gaya kita ga cupu2 amat, kelakuan kita ga miring2 amat), kita toh akhirnya menyerah dan menyimpulkan bahwa kita adalah 'manusia nanggung'.

Definisi konseptualnya adalah, manusia yang segala sesuatu yang ada di dalam dirinya itu tidak signifikan, tidak menonjol dan rata-rata juga dipunyai oleh orang lain.
Contoh, secara fisik, muka kita ga semenakutkan mumi tapi jauh juga dengan konsepsi orang2 tentang cantik yang sekarang diukur dengan toloknya seorang Dian Sastro atau Mariana Renata.. (who the hell create that standard so high!!! Unreachable!!). Secara badan, altough termasuk dalam kategori 'berlebihan' tapi ga separah itu kok, nyari baju di mall2 masih gampang, meskipun body kita sangat jauh dari model2 macam Arzety yang udah ngelahirin 2 anak, punggunya masih dwi fungsi, yang satu jadi anggota tubuh yang satu jadi papan penggilesan. Secara pergaulan, kita ga cupu2 amat ko, at least masih ada juga orang2 yang kenal kita (meskipun kenal kita sebagai manusia pembuat onar).. Secara penampilan, kita bukan orang yang (jahatnya suka dikatain) nerd, kita masih cukup punya kemampuan untuk ngga memadu padankan atasan kotak-kotak dengan celana polkadot dan tas bunga-bunga. Secara otak, yaaa, not badlah ya, meskipun kadang untuk mencerna kata2 dosen agak dibutuhkan waktu untuk berpikir..

Setelah dijabarkan satu-satu (dari gelas yang masih penuh terisi sampai di jalan pulang dan kalau dituliskan bakalan jadi buku trilogi), tetap disimpulkan bahwa kita MEMANG 'manusia sedang-sedang saja'. So,,,, we doubt, there is something significant in our life.. We are definetely GREY. For 19 years, I am still the grey one.

Rasanya orang yang berada pada titik ekstrim suatu kontinum itu lebih beruntung.. Liat aja, meskipun Pretty Asmara sangat berlebihan berat badannya, toh di ngetop juga, dapet penghasilan dari badannya itu juga. Kalau model2 bintang lux atau apa pun itu yang jadi simbol kecantikan (yang tottaly unreachable) jangan ditanya.

Setelah topik ini diperdalam, ternyata not bad lah ya menjadi orang yang abu-abu (mencoba menghibur diri tanpa menyangkal realita).. Meskipun segalanya serba nanggung, seharusnya kita bersyukur..
Ketika masih banyak orang yang bahkan ga punya sesuatu yang nanggung seperti kita, kita malah diberi karunia sama Tuhan untuk memiliki itu semua, meskipun kadarnya hanya sedikit, jauh dari yang kita anggap ideal..

Mengikuti konsep keseimbangan, ga sehat juga kalau terus berada di titik ekstrim.. Kutub utara dan selatan, positif dan negatif, baik dan buruk, menarik dan membosankan, and so on.. Bukankah lebih baik jika ada yang berada diantaranya?

But hey!!! Ga selamanya menjadi manusia nanggung itu buruk..
Ketika kita hanya meratapi 'kenanggungan' kita, itu baru buruk.. Tapi ketika kita coba untuk eksplor lebih jauh potensi-potensi kita yang nanggung itu, itu akan lebih baik. Siapa tau, sebenernya dibalik potensi-potensi itu akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, sesuatu yang bisa membuka pikiran, atau sesuatu yang meskipun bukan yang luar biasa tapi bisa berguna buat diri sendiri dan orang lain..

Siapa tau, kepompong yang sekarang masih abu-abu ini nantinya akan keluar menjadi kupu-kupu ungu, kupu-kupu hitam, kupu-kupu merah atau kupu-kupu pelangi?
You choose what kind of colour you'll gonna be!!!


-with much inspired by my soulmate, CIPI..-

Metamorph

Everything in this world would change. It might be a better changes, or the worst one. Butterfly is symbol of changes. Started from a disgusting thing to an adorable creature. People also change. From embryo to a baby. From baby to older person. But not only bodily changes. Our mind, our personality, our attitude might be change too.

And the changes happen on me..

When everything around change, what would you do? You stick with your thought or flow with the change? It might be confusing, but when you have to choose, what would you choose?
Well, I were on that situation, when i want to change become 'a new me' and 'a better me'. At first time, i let everything change, but i won't change. When time goes by, i realize that i've left behind. So, I have make some movement. I'll do some change. It's not an easy thing, surely, to change your habit, to make over your mind and recover your heart.

Your changes might be hurt both for you and for anyone else. Some people agree and support your changes, but the other might be doubt, hate or get sucks with your changes. Someone think it's good to change, someone get wrong perception with your changes. It's a choice, with all the concequencies, whether people like it or not.

For some people, even that was a near friend, your changes make them uncomfortable. Maybe your new habit, new attitude make them sick about you. They feel your changes is worst, and not impossible, they will running out.

Some people try to stopped your changes. But, if you feel 'it was a right decision', and you feel you're change being a better person, don't stop. People may tell anyhing about you. But, only you who knows your self more than everyone, who knows what exactly you want, who knows clearly what you need, who knows what kind of movement you should make.

Changes not always fun, but if you change to the better one, it always good.
And don't forget to be careful with every steps you'll make. Don't step on the wrong side, and try not to hurt people around you.

Here I am..

Someone in process become a butterfly..

Missing

Have you ever loss someone you love? And realize that someone who really close with you wouldn't be by your side anymore? I have. That was hurt. Yes, everybody might tell same thing like I said. Sounds too general,actually. But I can't found another words to describe the things I felt. It's too complicated.

Before that day, I know that losing someone is hurt. That's it. But when it happen to  me, I can feel that it wasn't just hurts, but for the first time in my life I feel the emptiness around me. Like a part of you has been taken together with him/her.

At the first time when I know that someone has gone, deep sorrow wrapped around me. But not for long time, that sorrow has changed into emptiness. Whole part of you being insensible. Nothing can feel.

Terlalu terkejut, sampai sangat sulit untuk menerima. Dalam sekejap semua kebahagiaan yang ada langsung tersedot keluar dan menguap. Mungkin kaya gini rasanya Harry Potter kalo deket-deket sama dementor.

Mungkin juga ada perasaan regrets. Kenapa waktu seseorang itu masih ada, kita belom bisa ngasih yang terbaik, yang bisa buat dia bahagia. Atau justru perasaan memberontak, "I'm not ready for this!".

However, sesuatu itu justru kerasa lebih berarti ketika kita kehilangan. Semua hal, even little things, bisa membuat kita kembali ke kenangan kita. Luka yang belum juga pulih, terkoyak kembali. Bahkan mungkin lebih perih dari luka yang pertama. Ketika kita inget sama seseorang itu, seperti ada tembok besar dan kuat yang menghimpit sampai terasa sesak.

Need more time to heal this scar. Probably a week, a month, a year, or many years. Surely, this scar wouldn't heal a hundred percent. But we have to believe that this scar will getting well someday. Faith is beginning for cure.

Kalo pernah nonton Lion King, pasti pernah denger kata-kata Mufasa sama Simba ,"Look at the star. The great King of the past look down on us from those stars. So whenever you feel alone, just remember that those King will always there to guide you, and so do I."

See?? Someone we loved never really leave us. They're just gone for a while. So, even you are in the deep-sadness, don't trapped on it. Don't ever feel lonely, because when you feel lonely, it doesn't prove that you are alone. Remember that somebody will never leave you.

Believe that everything was planned. And we are include this big plan.

Get well soon!!

Every why has a because?? Ga juga..

Everyhing in this world happen for reason. And we all believe that it was God Almighty's plan .. kaya pepatah orang jadul alias jaman dulu, 'ga ada asap kalo ga ada api'

Sampe sekarang, para ilmuan, yang saking jeniusnya rata-rata kepalanya pada licin alias botak, masih aja meneliti segala sesuatu, mencari sebab-musabab terjadinya segala sesuatu.. Karena mereka ini penganut aliran 'every why has a because' or probably not just a because but many because..

Hebatnya.. dari aliran inilah lahir penemuan-penemuan baru, terobosan-terobosan baru.. Kenapa bumi berotasi, kenapa rumput warnanya hijau, kenapa muka orang di dunia ini ga ada yang sama, dan kenapa-kenapa yang lainnya.. Berkat aliran ini juga lahirlah ilmu FISIKA, yang waktu jaman2nya SMA salah satu pelajaran paling favorit, yang saking favoritnya kadang-kadang dibutuhin 3 panadol biar lupa sama pusing akibat rumus-rumus yang banyaknya udah kaya bintang di langit..

Tapi.. ga semuanya bisa dijelasin secara dengan kata-kata atau dengan ilmiah. Oke.. mungkin belum bisa dijelasin. Kenapa sih kita punya usus buntu? Padahal kan sampe sekarang belum ada yang bisa jelasin apa fungsinya usus itu yang bisa bikin kita ngeluarin jutaan rupiah buat operasi kalo usus itu radang..

Kenapa juga ada mahluk berjudul kutu yang bisa bikin gatel kepala ato badan (khususnya buat orang yang rada-rada segen buat mandi). Padahal itu mahluk ga ada untung-untungnya dan ga ada lucu-lucunya..

Dan Tuhan menciptakan semuanya itu alesannya bukan karena 'iseng' atau 'ga da kerjaan' ato 'pengen aja' kan?? Maybe somedays ilmuan-ilmuan kita bisa menemukan fungsinya..

Ada juga, dari banyak hal, 2 hal yang ga bisa dijelasin, yaitu 'cinta' dan 'persahabatan'. Mungkin kalo ditanya, "kenapa sih kamu temenan sama dia?", bisa aja jawabannya, "karena dia pinter, dia baik, dia sabar, bla..bla..bla.." Tapi nyadar ga sih, kasih itu sesuatu yang abstrak yang ga bisa dijelasin dan alasan kita sayang sama seseorang atau sesuatu karena 'pengen aja' atau lebih konkritnya, kasih itu adalah 'anugerah'

Gitu juga dengan persahabatan.. Ga ada yang tau kita nantinya temenan atau sahabatan sama siapa.. Sama kaya aku.. ga ada yang nyangka juga kan, aku bisa sahabatan sama christy yang 'mature' tapi panikan, mita yang sabar dan pemendam ulung, si undescribeable n unpredictable cp, icha yang perasa dan maniak pink, ira yang moody tapi baik hati, oma yang penyayang sejati..ato sama belle, ponky, anthy n QQ , sahabat di segala suasana.. Yang karakter masing-masing jauh banget sama karakter aku.. Semuanya terjadi gitu aja.. go with the flow.. dan tanpa ada yang bisa jelasin kenapa..

So.. every why has a because?? Ga juga..

taun baru, resolusi baru, gigi baru??

menjelang taun baru..semuanya pada sibuk..ada yang sibuk nyiapin party, ada yang sibuk nyari kembang api, ada yang sibuk evaluasi diri (khusus buat orang-orang yang punya kesadaran diri), ada yang sibuk bikin resolusi 2006, dan ada juga yang sibuk sakit gigi..kaya aku..

duh..ini gigi ga milih2 waktu deh..mbo ya kalo mau sakit gigi nanti2 aja,gitu..kan sebel ga bisa makan enak,ga bisa tidur enak, ga bisa ketawa enak, yang ada pas mau taun baru pipi jadi tembem (ok,ok..diralat,, taun baru pipi tambah tembem dari biasanya)

musti,ya, ke dokter pas taun baru?? mana ada yang buka, kali..

ato ke yang pinggir2 jalan yang judulnya "terima reparasi gigi".. emangnya barang elektronik direparasi??

tapi ini gigi udah ga nahan sakitnya.. musti segera ditindaklanjuti.. lebih gawat dari sekedar gawat..

nene' aku nyaranin pengobatan ala tradisionil. mulai dari kumur-kumur air garem, air cengkeh, air sirih (hhh?? yang sakit apaan sih?? ko pake air sirih??) tapi semuanya ga mempan.. ini gigi malah tambah sakit aja.. sampe akhirnya terbersit cara cabut gigi yang teramat tradisionil.. sedikit ga manusiawi dan barbar..ditarik pake benang.. tapi baru aja megang benangnya, ini tangan ama jantung udah ketar-ketir ga karuan, serem sendiri.. gimana kalo yang kecabut cuman setengah.. atau lebih parah, gigi sebelahnya ikut ketarik.. duh.. ga mau ngambil resiko deh.. lagian, ogah juga kan harus pake gigi palsu?? kan ga asik.. kalau nanti orang-orang di taun baru punya slogan taun baru, resolusi baru, semangat baru. sedangkan aku, taun baru, resolusi baru, gigi baru??

my God.. jangan jangan jangan

biarlah aku tahan derita ini hingga nanti saatnya tiba.. mungkin aja ni gigi besok-besokannya mau berbaik hati ga rewel lagi..

semoga..